Jumat, 03 Desember 2010

Identitas Visual


Corporate visual identity atau Identitas visual perusahaan memainkan peran penting dalam hal organisasi menampilkan dirinya kepada stakeholder internal dan eksternal. Secara umum, corporate visual identity mengungkapkan nilai-nilai dan ambisi organisasi, bisnis, dan karakteristiknya. Ada empat fungsi berbeda dari corporate visual identity. Tiga dari fungsi tersebut ditujukan untuk stakeholder eksternal.
1.      Pertama, corporate visual identity memberikan visibilitas dan kemudahan untuk dikenal "recognizability" bagi suatu organisasi. Bagi kebanyakan atau dapat dikatakan hampir semua organisasi non-profit dan profit, bahwa keberadaan organisasi dan diingat nama serta bisnis utamanya pada saat yang tepat adalah sangatlah penting.
2.      Kedua, corporate visual identity merupakan simbol bagi para stakeholder eksternal, dan memberikan kontribusi untuk pencitraan dan reputasi (Schultz, Hatch and Larsen, 2000). Van den Bosch, De Jong dan Elving (2005) menyimpulkan bahwa corporate visual identity memainkan peran pendukung yang cukup penting dalam reputasi perusahaan.
3.      Ketiga, corporate visual identity mengungkapkan struktur organisasi untuk stakeholder eksternal, visualisasi koheren dari struktur organisasi serta hubungan antara divisi atau unit kerja. Olins (1989) yang dikenal dengan konsep "corporate identity structure” atau struktur identitas perusahaan, yang terdiri dari tiga konsep:
a.      Monolithic brand bagi perusahaan yang memiliki merek tunggal,
b.      Brand Identity, di mana merek yang berbeda dikembangkan untuk bagian tertentu dari organisasi atau untuk produk yang berbeda, dan
c.       Endorse Identity, merek berbeda secara visual terhubung dengan merek yang lainnya.
Walaupun konsep ini diperkenalkan oleh Olins, tetapi seringkali disajikan sebagai struktur identitas perusahaan, yang hanya memberikan indikasi penyajian secara visual sebagai bagian dari organisasi. Oleh karena itu lebih hal tersebut disebut dengan corporate visual identity structure atau "struktur identitas visual perusahaan".
4.      Keempat, fungsi internal corporate visual identity berhubungan dengan identifikasi karyawan dan organisasi secara keseluruhan dan / atau departemen tertentu dimana mereka bekerja (dalam hal ini tergantung pada strategi visual perusahaan). Identifikasi tampaknya menjadi hal penting bagi karyawan, dan identitas visual perusahaan mungkin memainkan peran simbolis dalam menciptakan identifikasi tersebut.
Corporate Visual Identity Management atau Manajemen Identitas Visual Perusahaan dapat didefinisikan sebagai pengelolaan corporate visual identity yang mencakup rencana pemeliharaan, penilaian, dan pengembangan corporate visual identity serta perangkat pendukung lainnya, yang digunakan untuk mengantisipasi perkembangan di dalam maupun di luar organisasi, meningkatkan keterlibatan karyawan dalam penerapannya, dengan tujuan memberikan kontribusi bagi identifikasi karyawan dengan dan penghargaan organisasi serta pengakuan dan penghargaan di antara stakeholder eksternal.
Perhatian khusus diberikan pada corporate identity di saat terjadi perubahan organisasi. Begitu corporate identity yang baru diimplementasikan, perhatian terhadap isu-isu corporate identity umumnya cenderung menurun. Namun, corporate identity harus dikelola secara terstruktur, diinternalisasi oleh karyawan dan diselaraskan dengan perkembangan organisasi di masa depan.
Upaya untuk mengelola corporate visual identity akan menghasilkan lebih banyak konsistensi dan corporate visual identity management mix harus mencakup aspek-aspek struktural, budaya dan strategis. Pedoman, prosedur dan perangkat lainnya merupakan aspek-aspek struktural dalam pengelolaan identitas visual perusahaan.
Sama pentingnya dengan aspek struktural, pedoman, prosedur dan perangkat lainnya harus dilengkapi dengan dua jenis aspek lainnya. Diantara aspek-aspek budaya pengelolaan corporate visual identity adalah sosialisasi, yaitu proses belajar formal dan informal, ternyata mempengaruhi konsistensi corporate visual identity. Peran manajer juga menjadi bagian yang penting, yaitu sebagai role model dan contoh. Ini berarti bahwa mereka harus menyadari dampak dari perilaku mereka, yang memiliki efek pada bagaimana karyawan berperilaku. Jika manajer memperhatikan cara mereka menyampaikan identitas organisasi mereka, termasuk penggunaan corporate visual identity, ini akan memiliki efek positif pada karyawan terhadap corporate visual identity.
Selanjutnya, adalah menjadi penting bagi organisasi mengkomunikasikan aspek-aspek strategis corporate visual identity. Karyawan perlu memiliki pengetahuan tentang corporate visual identity organisasi mereka, tidak hanya alasan umum, seperti perannya dalam meningkatkan visibilitas dan recognizability organisasi, tetapi juga aspek filosofi di balik corporate visual identity. Filosofinya harus dapat menjelaskan mengapa desain seperti itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar